Laporan keuangan yang rapi dan akurat bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga alat komunikasi penting antara startup dan para pemangku kepentingan. Investor, bank, dan mitra bisnis semuanya menilai kesehatan perusahaan berdasarkan laporan keuangannya.
Startup perlu memahami jenis-jenis laporan keuangan yang harus disiapkan dan bagaimana menyusunnya dengan benar.
Tiga Laporan Utama
Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Neraca menggambarkan posisi aset, utang, dan modal perusahaan. Laporan arus kas melacak aliran masuk dan keluar uang tunai. Ketiganya saling melengkapi dalam memberikan gambaran utuh tentang kondisi keuangan startup.
Pentingnya laporan-laporan ini dibahas dalam artikel tentang fondasi keuangan startup Indonesia, yang menekankan bahwa transparansi keuangan meningkatkan kepercayaan investor.
Standar Akuntansi yang Berlaku
Startup di Indonesia perlu mengikuti Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku. Untuk UMKM, tersedia SAK EMKM yang lebih sederhana namun tetap memenuhi kebutuhan pelaporan yang diperlukan.

